siejak

Berkarya Untuk Sang Maha Karya

Doa

Ia akan serasi dan sepasang jika usaha yang membersamai doa juga ada. Doa juga tak ingin berjalan sendirian.

Tulus – Ruang Sendiri

Beri aku kesempatan untuk bisa merindukanmu
Jangan datang terus
Beri juga aku ruang bebas dan sendiri
Jangan ada terus
Aku butuh tahu seberapa kubutuh kamu

Percayalah rindu itu baik untuk kita
Pagi melihatmu menjelang siang kau tahu
Aku ada di mana sore nanti
Tak pernah sekali pun ada malam yang dingin
Hingga aku lupa rasanya sepi

Tak lagi sepi bisa kuhargai
Baik buruk perubahanku tak akan kau sadari
Kita berevolusi
Bila kita ingin tahu seberapa besar rasa yang kita punya
Kita butuh ruang

Kita tetap butuh ruang sendiri-sendiri
Untuk tetap menghargai rasanya sepi


Jangan pernah takut untuk mundur selangkah agar dapat dua langkah selanjutnya. Masalah itu tak selalu harus kita hadapi dengan terang-terangan, terkadang cukup diam hingga kabur maka kita tau solusi terbaiknya. Banyak belajar dengan dia, yang memilih diam ketika marah, memilih hilang ketika ada masalah, dan memilih percaya atas bantuan-Nya. Always can study anything, thanks!

Intuisi – Yura Yunita

Intuisi

Kuhampiri engkau meski kau jauh
Sendiri ku tempuh
Hanya tuk bertemu denganmu
Kuhampiri engkau meski kau jauh
Namun hatimu tlah runtuh
Dan buatku terjatuh

Kau tak pernah tahu
Betapa hati yakin untukmu
Kau tak pernah tahu
Betapa aku merindukanmu

Intuisiku slalu mengarah kepadamu
Intuisiku slalu mengarah kepadamu
Tapi tak jua tapi tak jua
Tapi tak jua kau hiraukan aku

Mungkin ku tak bisa buatmu luluh
Namun kau harus tahu bahwa diriku sungguh-sungguh

Kau tak pernah tahu
Betapa hati yakin untukmu
Kau tak pernah tahu
Betapa aku merindukanmu

Intuisiku slalu mengarah kepadamu
Intuisiku slalu mengarah kepadamu
Tapi tak jua tapi tak jua
Tapi tak jua kau hiraukan aku
Tapi tak jua kau hiraukan aku

Intuisiku slalu mengarah kepadamu
Tapi tak jua tapi tak jua
Tapi tak jua kau hiraukan aku
Tapi tak jua kau hiraukan aku

Setiap

Setiap manusia akan memiliki cara pandang yang berbeda akan suatu hal. Sering sekali suatu masalah kecil menurut seseorang akan terlihat suatu masalah yang besar hingga menuju rumit, dan suatu masalah yang besar menurut seseorang akan terlihat menjadi suatu masalah kecil hingga tak perlu dipikirkan.

Begitulah manusia yang berteman dengan suatu keadaan.

Ia diuji dengan takaran masing-masing.

Begitu pula sebuah keluarga yang akan dibangun, ia pasti punya masalah dan ia juga pasti punya solusi.

Modalnya, iman dan takwa.

Berkata

” Semuanya akan tidak akan sia-sia. Sekarang mungkin kamu harus bersabar untuk menunggu jawaban. Namun yakin saja, berakhir dengan jawabanmu atau tidak, itu tidak akan pernah sia-sia. Toh, niatmu menyegerakan bukan terburu-buru. ” Fasbir Sabran Jamilla, tambahmu di malam tadi.

Ceritanya, habis reuni kecil-kecilan bareng presidenku semasa di kampus. Sosok yang banyak mengangguminya, dan aku tak pernah menyesal pernah berkerja bersama dengannya saat di kampus. Seperti sewajarnya, seumuran ini pembahasan akan merancang masa depan sudah menjadi topik tak terlupakan untuk dibahas. Sukses Ka, atas keberhasilan atas sabarmu itu. Semoga lancar dari lamaranmu hingga setelah hari bersejarahmu bersama dia.

menuju waktu rapat kerja, yang menjadi pilihan mengurangi waktu bermain seperti biasanya, maaf ya harus disibukkan ke sini.

2,5 Tahun Lagi – #RinduBapak

Coming Soon: Salah satu ide tulisan selepas menonton Sabtu Bersama Bapak

Spoiler: Bisa membuatmu (anak yang sudah paham peran sebagai anak) menangis hanya di 5 meni awal film. Lalu selalu terhibur ketika scene Si Saka, dan sedikit kecewa ada perubahan bumbu konflik yang tak ada di novel. Idenya sudah ada, tetapi karena harus dalam baper mode on, dan itu membutuhkan waktu untuk mengkondisikan selain itu beberapa jam kedepan mau shalat ied, maka jadinya coming soon. Cara merimender diri sendiri, hehehe ~

Mohon maaf lahir batin untuk semuanya. Semua orang yang membaca. Semua dosa yang tertulis. Dan semua usaha taubat yang selalu diperjuangkan. Sampai ketemu lagi Ramadhan 1438 H, semoga dan wajib bertemu lagi. Aku ingin lebih baik.

Talkshow: Mars & Venus #1

Wanita Membutuhkan Perhatian, Pria Membutuhkan Kepercayaan

Saat pria memperlihatkan minat terhadap perasaan-perasaan wanita dan menunjukkan kepedulian mendalam akan kesejahteraan wanita itu, si wanita merasa dicintai dan diperhatikan. Dengan membuat si wanita merasa istimewa dengan cara yang penuh cinta, pria itu berhasil memuaskan kebutuhan primernya yang pertama. Tentu saja si wanita makin memercayainya. Rasa percaya ini membuatnya lebih terbuka dan lebih mudah menerima.

Bila wanita memenunjukkan sikap terbuka dan mudah menerima terhadap pria, pria itu merasa dipercaya. Memercayai pria berarti meyakini bahwa ia melakukan yang terbaik dan bahwa pria tersebut mengingkan yang terbaik bagi pasangannya. Bila reaksi-reaksi si wanita mengungkapkan kepercayaan positif terhadap kemampuan dan niat pria, kebutuhan cinta utama pria itu pun terpuaskan. Otomatis pria itu jadi lebih penuh cinta dan perhatian terhadap perasaan-perasaan dan kebutuhan si wanita.

– salah satu sub tulisan di dalam buku Men are from Mars, Women are from Venus, by John Gray, PH.D


My opinion:

Dari beberapa sub tulisan di dalam buku ini, tulisan di atas salah satu yang sangat saya ‘iya-kan’ dengan mudah. Hal ini dikarenakan, pada dasarnya seorang pria akan berguna ketika ia dibutuhkan atau bahasa di atas adalah dipercaya. Jadi, ketika sudah tidak dibutuhkan, ia akan kembali ke guanya dan menjadi sosok teregois di dunia, karena ketika ia berani memutuskan untuk keluar dari guanya (re: memilih memberikan cinta) maka ia belajar artinya tidak egois. Dan bayangkan jika sosok wanita ini diubah menjadi lebih luas.

Menjadi keluarga, anak perempuannya, orangtua, lingkungan sekitar, dunia, hingga berorientasi akhirat. Maka sifat dasar pria, ” dibutuhkan/dipercaya maka bermanfaat ” akan menjadi senjata terkuat untuk menjadi baik dalam dunia pria.

Maka, ketika ada seorang wanita, berkata ” aku ingin pulang… ke mas, atau iya, aku percaya ” kepada seorang pria. Saat itu pula bisa menjadikan pria ini, menjadi pria yang tau perjalanan masa depannya. Ia tak butuh kasih sayang, perhatian (bukan berarti tidak diberi yaa -.-), tetapi dengan kepercayaan itu sangat lebih cukup. Dan kembali lagi, akan lebih kece jika kata wanita ini digantikan objek yang lebih luas.

Karena tugas pria akan hanya akan dimulai ketika ia dipercaya. Seperti halnya Allah mempercayakan 4 kalangan wanita sebagai tanggungjawabnya di akhirat kelak.

Sedang ingin mengeksplore buku ini lebih luas, dan memberi tau rahasia pria dan wanita dalam buku ini. Kalau kata kawan, buku recomended ketika ingin menikah. Buku yang isinya memang soal cinta dan membangun cinta pria dengan wanita.

Percaya. Mangatse!

Hitungan Detik

Siapa yang tak bingung ketika disodorkan sebuah pilihan, jika bisa memilih maka akan minta dipilihkan. Namun sayangnya, mau tidak mau kita akan bertemu dengan momen ini.

Dalam hitungan detik, sebuah ketidakpastian meminta sebuah jawaban. Entah itu akan berbuah kepastian atau malah ketidakpastian selanjutnya. Dunia akan selalu begitu, tak pernah ada kata selesai berharap, berpikir dan meminta jika hidup di dunia ini belum diselesaikan.

Namun, skill make the decision harus mau tidak mau dimiliki. Seperti halnya beberapa kumpulan detik ke depan. Mencoba mengikuti tes lamaran kerja, yang di mana aku pun tidak tau akankah di sana nyaman, betah hingga bisa pulang ke tempat yang sesungguhnya ingin dituju. Logika ini harus berjalan, dengan bantuan menahan kebaperan.

Toh, ketika sudah menaruh semuanya ke Allah, Yang Mengetahui Terbaik buat setiap manusia termasuk diri ini. Maka jalan itu akan selalu ada, jalan mencari keberkahannya. Entah harus membangun jarak untuk adanya hiasan jembatan nantinya, ataupun harus berdiam untuk menyiapkan sebuah tiket masa depan.

Berangkatlah walaupun itu berat, bukankah itu prinsip berjihad ja?

Aku hanya memohon satu hal dari sebuah sodoran memilih terhadap pilihan. Aku memohon untuk bisa menepati janji. Aku sudah berjanji untuk bertahan.

sedang menata hati dan doa.
percaya Allah akan menjaga.
dalam setiap hitungan detik.

Re – tulisan #3

Cinta, Cinta, dan Cinta.

Cinta itu kotak, adil di tiap sisinya. Cemburu itu segitiga, tajam di tiap sisinya. Dan Rindu itu lingkaran, tak berujung rasa itu merasuki hidup.

Ah.. jika cinta adalah pengorbanan tertinggi. Jadi, mungkin dan emang seharusnya saat ini saya harus mencintai skripsi saya dengan sungguh-sungguh..

Wahai waktu, berilah diri ini waktu untuk merasakan GSP dan menapaki masa depan yang akan selalu bersamamu. Dan berilah diri ini waktu bernafas sejenak, jika aku terlalu memforsir badan kembali. Sudah tau ada penyakit, kamu tau waktu.

hahahay, tulisan wordpress ini berpindah lah ke word microsoft -.-

 Ternyata dulu memperjuangkan skripsi juga penuh usaha yang besar. Terkadang ketawa sendiri yaa.. kalau melihat usaha yang sekarang dilakukan untuk mencari nafkah, memenuhi ilmu membina masa depan hingga berbakti menjadi anak itu masih kecil perjuangannya dibandingkan usaha skripsi dulu.

Padahal, usaha sebanding dengan apa yang diusahakan. Skripsi yang kecil (saat sudah alumni pasti deh merasa kecil itu) akan dibersamai usaha yang sebanding. Maka, hajat yang sekarang saya minta pada-Nya, sudah seberapa besar usaha yang telah saya lakukan?

masih kecil, masih kurang bersabar, masih kurang bertahan, masih kurang ulet, dan masih kurang berdoa.

Ya rabb.. maafkan diri ini.

Re- tulisan #2

Kenapa tidak memilih ‘menjadi’?

Kali ini, saya mencoba menjadi parapikiran, alias orang yang (sok) bisa membaca pikiran orang lain. Sebuah obrolan yang mungkin saja selalu terlintas dalam pikiran seorang adam dan hawa. Yaa.. minimal menurut saya, toh ini hidup-hidup saya :p

“Susah mencari wanita solehah di jaman sekarang ini.” – sosok adam

“Susah mencari lelaki soleh di jaman sekarang ini.” – sosok hawa

Sebuah klise sederhana yang mungkin ini tabiat dari sosok manusia. Ia suka mencari bukan membuktikan diri, ia suka diberi bukan memberi.

Bukankah lebih baik kata mencari diatas diubah kata menjadi, dan di balik yang menyatakannya?

Seperti ini:

“Susah menjadi wanita solehah di jaman sekarang ini.” – sosok hawa

“Susah menjadi lelaki soleh di jaman sekarang ini.” – sosok adam

Karena, saat itu kita bisa belajar memaknai kata untuk saling memperbaiki, bukan?

-eror pagi hari :p-

Tulisan yang satu ini, jadi bikin ketawa sendiri. Entah saat pembagian otak yang isinya belajar bahasa saat di alam ruh, itu saja tidak datang, atau emang sayanya yang aneh. Coba aja dilihat, saya memakai kata parapikiran, apaan itu -,-. Di masing-masing otak yang baca aja tidak terdeteksi apalagi di KBBI. Ya Rabb, cupunya saja dulu.

Tetapi kalau kata orang itu, jangan pernah kecewa. Apa yang dilakukan hari ini, maka akan menjadi diri kita yang lebih baik kedepan. Belajar walaupun lambat, jelas dengan sangat jelas ia sampaikan saat itu.

Yaa.. seperti isi yang ingin saya sampaikan di tulisan dulu. Kenapa tidak memilih jalan memperbaiki daripada membaiki orang hingga menjadi minder, kun fayakun kalau kata Allah yang ia yakinkan kembali pada usahaku untuk berjuang.

Pages:1234