siejak

Berkarya Untuk Sang Maha Karya

Bondan Prakoso & Fade2Black – Pelita Hidup

dedikas, cinta
it’s for you, no one else

figur terindah, pelengkap hidupku
tanpa pamrih peluhmu yang takkan terdup
membuat jiwa halus dengan cinta
kasih, air mata, amarah yang sempurna

tak patut aku pertanyakan di dalam batin
mengapa pikiran sadar ini tak mau bergeming
kenapa selalu ku lakukan hal yang buntu
yang selalu bertentangan dengan imajimu

cinta yang kau punya terlalu istimewa
tak mampu ku bayar dengan bait kata bermakna
mama, maafkan, you know i love you

mama, kaulah cinta abadiku
kaulah cermin jiwaku, pelita hidupku
mama, terima kasih untukmu, atas cinta yang tak henti
mengalir, mengalun, dan pasti tak akan mati

seperti air tetesi tanah yang tanduh
kau sirami kering, basahi jiwa yang jaus
terkadang ku tak mengerti (ku tak mengerti)
semua yang kau lakukan demi kebaikan diriku

sendiri pernah ku sakiti mama
tetapi kau balas semua itu dengan doa
sempat ku nakal dan jarang pulang ke rumah
tapi kau setia menanti dan sambut dengan ramah

jika dalam keluarga terjadi masalah
dirimu kami jadikan tempat sumpah serapah
yo i wish i could take da pain away
we can make through da night, there’s a brighter day

mama, kaulah cinta abadiku
kaulah cermin jiwaku, pelita hidupku
mama, terima kasih untukmu, atas cinta yang tak henti
mengalir, mengalun, dan pasti tak akan mati

oh Tuhan tolonglah sayangi dirinya seperti dia menyayangiku
oh Tuhan berikanlah tempat yang terbaik di dalam surga-Mu

yo mama, meskipun kau adalah manusia biasa
bagiku kau malaikat yang sedang menyerupa
berikan ku bimbingan dan kekuatan
tuk lewati hari yang penuh dengan cobaan

ku sandarkan diriku di bahumu
kelembutanmu menembus dinding kalbuku
meluluhkan semua kelelahan beban dunia
dan biarkan terhanyut bersama dalamnya cinta (luv u, ma)

mah, maafkan ku yang penuh dengan dosa
sempat sakitimu karena terbutakan dunia
maafkan ku tuk semua sikap dan perkataan
yang sempat goreskan luka di dada

mama, kaulah cinta abadiku
kaulah cermin jiwaku, pelita hidupku
mama, terima kasih untukmu, atas cinta yang tak henti
mengalir, mengalun, dan pasti tak akan mati

mama, kaulah cinta abadiku
kaulah cermin jiwaku, pelita hidupku
mama, terima kasih untukmu, atas cinta yang tak henti
mengalir, mengalun, dan pasti tak akan mati

*menjelang 22 September 🙂
Fyi, kalau sudah mendengarkan lagu ini, di bagian reff-nya kalian pasti sudah tidak asing dengan kalimatnya. Yup! Itu arti dari doa yang setiap saat kita bacakan setelah shalat, :”

I’M STILL STANDING

You could never know what it’s like
Your blood like winter freezes just like ice
And there’s a cold lonely light that shines from you
You’ll wind up like the wreck you hide behind that mask you use

And did you think this fool could never win
Well, look at me, I’m a-coming back again
I got a taste of love in a simple way
And if you need to know while I’m still standing you just fade away

Don’t you know I’m still standing better than I ever did
Looking like a true survivor, feeling like a little kid
And I’m still standing after all this time
Picking up the pieces of my life without you on my mind

I’m still standing. Yeah, yeah, yeah
I’m still standing. Yeah, yeah, yeah

Once I never could hope to win
You starting down the road leaving me again
The threats you made were meant to cut me down
And if our love was just a circus you’d be a clown by now

You know I’m still standing better than I ever did
Looking like a true survivor, feeling like a little kid
I’m still standing after all this time
Picking up the pieces of my life without you on my mind

I’m still standing. Yeah, yeah, yeah
I’m still standing. Yeah, yeah, yeah

Don’t you know I’m still standing better than I ever did
Looking like a true survivor, feeling like a little kid
And I’m still standing after all this time
Picking up the pieces of my life without you on my mind

I’m still standing. Yeah, yeah, yeah
I’m still standing. Yeah, yeah, yeah

I’m still standing. Yeah, yeah, yeah
I’m still standing. Yeah, yeah, yeah

I’m still standing. Yeah, yeah, yeah
I’m still standing.


Recomend untuk ditonton film satu ini, bukan hanya karena value yang disampaikan namun lagu-lagunya sangat enjoyable menurutku. Semoga bisa meresensi ini.

Mau? bisa ke sini (sudah versi HD) > http://lk21.org/sing-2016/3/

Denganmu – Brian KP

angin malam bertiup mendinginkan dunia
bulan pun merajut membisikkan setiamu padaku
otakku pun terhanyut memikirkan mimpinya

denganmu terhapus semua penat duniaku
denganmu kau buka semua jalan pikiranku
kau harapanku

embun pagi pun turun membasahi dunia
bunga pun merekah memenuhi janjinya pada dunia
sebelum ku pun terhanyut memikirkan harinya

denganmu terhapus semua penat duniaku
denganmu kau buka semua jalan pikiranku
kau harapanku

denganmu terhapus semua penat duniaku
denganmu kau buka semua jalan pikiranku
denganmu kau hapus penat duniaku
denganmu kau buka semua jalan pikiranku, kau harapanku


Terima kasih buat semuanya yang pernah terjadi.

Tersimpa sebagai harta karunku.

Terwakilkan

jauh

tiba ku di tepi hatimu
telah jauh, rasaku ingin memilikimu
namun ku di depan matamu
masih jauh, langkah-langkahku hanya sebatas rindu

sabarlah sayang,
ku sedang berjuang
segenap daya ku menujumu
mendoakanmu
menyiapkan ruang
sebelum hadirmu

ku tak akan meletih, meski ku tertatih
mengeja cinta, membuatnya nyata
ku kan terus melatih, hati yang kini ringkih
Tuhan ku meminta, tunjukkan waktunya

maukah kamu menunggu juga?
sementara~

Tulisan barusan Kak Uti di tumblr

Stress karena Overload? Coba Lakukan hal ini untuk Mengatasinya (Repost)

Bagi orang-orang yang bergelut di dunia startup, yang katanya terkenal dengan sangat sibuk, kondisi overload atau beban kerja yang menumpuk berlebihan mungkin sangat sering terjadi. Titik dimana semuanya menumpuk dan membuat kita ingin mengangkat tangan melambai-lambai ke kamera, lalu berkata, “cukup, saya menyerah!” 😀
Jangan kepedean, hal tersebut dialami tidak hanya oleh diri kita sendiri saja, ada banyak sekali manusia di dunia ini yang mengalaminya juga, terlebih di era banyak sekali distrupsi di mana-mana, dari smartphone, social media, email, telpon, televisi, dll.

Beban atau pekerjaan yang rasanya sangat menumpuk bukan hanya bisa membuat seseorang stress, tapi juga bisa mengganggu kodisi di luar dirinya, kita bisa sangat mudah mengambil keputusan yang salah, banyak terlupa pada hal-hal krusial yang harusnya dilakukan, dan mengacaukan banyak hal.

Saya ingin berbagi hal menarik yang saya dapatkan dari Caroline Webb dalam bukunya berjudul How to have a Good Day. Karena bagusnya, saya sampai baca buku ini dua kali 😀 Ia menceritakan dengan sangat inspiratif namun juga practical, cara-cara untuk membuat diri kita bisa lepas dari kondisi overload tersebut.

 

Photo credit: http://Gipfy.com

 

1. The Mindful Pause
Terkadang di awal yang kita perlukan adalah melakukan perhentian sejenak untuk menenangkan kembali pikiran kita. Salah satu teknik menarik yang diperkenalkan Caroline adalah dengan melakukan Triangular Breathing, ketika kita menarik nafas dalam 3 hitungan, menghembuskan nafas dalam 3 hitungan, dan berhenti dalam 3 hitungan. Hal tersebut jika dilakukan ketika kita sedang stress akan bisa mengurangi kecepatan detak jantung kita, mengirimkan sinyal kepada otak kita bahwa ancaman sudah reda, sehingga mengurangi sinyal stress yang sedang terjadi.

2. Outsource Your Memory
Jangan simpan semua kekhawatiran kita di otak kita saja, terutama jika hal tersebut menjadi interupsi-interupsi seketika pada otak kita yang bisa mengganggu konsentrasinya. Ketika hal itu terjadi coba “outsource memory” otak kita ke tools eksternal seperti buku catatan atau alat perekam. Bangun kebiasaan untuk mencatat atau merekap setiap interupsi berupa pemikiran, kekhawatiran, ingatan yang muncul atas tugas yang belum dikerjakan dll.

3. Most Important Thing First
Jika kita diharuskan hanya boleh memilih satu hal saja yang kita harus kerjakan di hari ini, apakah itu? Temukan apa hal paling penting yang harus dikerjakan hari ini, satu saja. Hal ini bisa menjernihkan pikiran kita dengan sangat efektif, membuat kita mampu mengetahui dan fokus pada satu hal saja yang paling prioritas saat ini.

4. The Smallest First Step
Setelah kita tahu apa yang paling penting, jika hal tersebut terlampau kompleks dan kita masih merasa stuck, pertanyaan selanjutnya adalah, apa hal terkecil yang bisa kita lakukan untuk berlanjut ke tahapan selanjutnya. Langkah kecil ini berfungsi untuk mengurangi beban di pikiran kita dengan mengalihkan usaha yang tadinya ditujukan kepada sesuatu yang sangat berat menjadi lebih simple dan mudah. Tugas berat seperti membuat persiapan pengambangan fitur baru, bisa dimulai dengan ngopi bareng dengan CTO kita sambil membicarakan ide fitur yang ingin kita kembangkan.

Photo Credit : http://giphy.com

5. Your Competitive Advantage
Ada kalanya kita sudah menemukan apa hal terpenting yang harus diselesaikan, sudah jelas juga langkah-langkah kecil yang harus dikerjakan, tapi ternyata masih juga banyak pekerjaan yang harus diselesaikan dalam to-do-list kita. Nah langkah selanjutnya adalah mengenali competitive advantage kita dan mendelegasikan/outsource sisanya kepada orang lain. Cari dan fokuslah pada hal yang kita sangat ahli dan hanya kita yang bisa mengerjakannya, lalu relakan yang lainnya dikerjakan oleh orang lain yang jika mengerjakan hal tersebut ternyata juga bisa menghasilkan kualitas yang relatif baik.

6. Set Your Boundaries
Pernah merasakan sendiri the power of deadline kan? kita diberikan waktu 2 pekan untuk menyelesaikan tugas, tapi tetap saja tugas tersebut diselesaikan 2 jam sebelum deadline berlangsung. Ternyata batasan seperti deadline tersebut bekerja untuk kita. Buatlah batasan-batasan untuk kita sendiri seperti jam 6 sore sudah harus pulang, jam 12 siang harus makan siang, ketika di rumah maka hadirlah sebagai anggota keluarga rumah kita, ketika di kantor hadirlah seperti anggota kantor kita sepenuhnya. Batasan-batasan ini akan memaksa kita bekerja efektif dan kita akan mencari strategi-strategi untuk bisa memenuhi target dengan batasan-batasan yang kita ciptakan sendiri. Kitalah yang harus ambil kontrol dalam keseharian kita, kalau tidak maka waktu 24 jam sekalipun tidak akan cukup untuk menyelesaikan semua yang kita harus kerjakan.

7. Automate Small Stuff
Siapa saja yang selalu bingung memakai baju apa ke tempat kerja tiap hari? Nah hal-hal kecil seperti ini harusnya tidak perlu mengganggu pikiran kita, otomasikanlah pengambilan-pengambilan keputusan kecil setiap hari ini dengan membuat rules-rules yang akan kita patuhi. Rules tersebut berguna untuk mensimplifikasi pengambilan keputusan tersebut, itulah mengapa Zuckerberg hanya pakai kaos abu2 setiap hari, Barack Obama hanya pakai jas abu-abu atau biru, atau Chancellor Angela Merkel hanya pakai satu jenis desain jaket. Semuanya mengotomatisasi prose pengambilan keputusan kecil dengan aturan yang mereka buat sendiri sehingga tidak memakan beban bagi pikiran kita. Hal ini juga perlu diimplementaskan dalam situasi-situasi pengambilan keputusan kecil harian lainnya seperti kondisi seperti apa untuk kita mengangkat telpon, kapan dan makan apa kita hari ini, kapan olah raga, kapan makan dan sebagainya.

Itu saja beberapa tips practical yang bisa kita terapkan untuk membuat kita mampu me-manage stess karena overload. Jangan lupa juga dari kesemua hal tersebut, yang tak boleh dilupakan adalah tetap melakukan semua aktivitas kita dalam bingkai ibadah kepada-Nya, dan kita selalu percaya semua beban yang kita emban saat ini tidak pernah lebih tinggi dari kapasitas kita untuk memikulnya. Tinggal tools dan cara seperti apa yang harus kita lakukan untuk membawa beban tersebut yang harus kita cari dan gunakan. Karena kita manusia yang dilengkapi dengan akal untuk berpikir, maka mari kita senantiasa belajar menjadi orang yang lebih baik dari hari ke hari. Selamat menjadi pribadi yang lebih produktif lagi, semangat! :)


Source from: http://senjaya.net/overload/
baca dari facebooknya fitri hasanah amhar.

noted banget point-point di sini. makasih 🙂

Untitled 20

Impian

Setiap individu pasti akan memiliki impian dalam hidupnya. Perlahan tapi pasti, impian itu akan menjadi penyelamat ketika hidup makin tidak jelas arahnya. Ada yang menulisnya dalam target 100 impian, ada yang memvideokan dan ada pula yang menitipkan melewati cerita-cerita dalam forum. Proposal impian mungkin namanya.

Namun entah kenapa tidak begitu pada diri ini.

Selalu memilih menjadikan impian orang lain menjadi nyata. Menjembatani dalam bentuk apapun, entah waktu hingga material. Cari perhatian? tidak pernah berpikir untuk itu. Sok baik? ah aku lebih suka dibilang pahlawan kesiangan.

Apakah impianku adalah mewujudkan impian orang-orang kesayangan? aku tetap tidak tau, namun yang aku tau aku bahagia ketika mereka tersenyum, tertawa hingga hanya berkata ini pertama kali aku menonton 3D. Aku bahagia melihatnya.

Tetapi..

Aku sadar.. jika aku selalu begini, maka aku akan mati dimakan oleh waktu yang tak bertujuan. Sampai kapan kamu tak bisa egois, diriku …


Aku pernah ditanya, “apa arti sukses menurutmu?”
Dan aku menjawab tanpa membutuhkan jeda berpikir yang lama, “Aku ingin melakukan sesuatu yang bahagia dan membahagiakan orang banyak, tentunya berujung akhirat”

Apakah itu impianku?

Belajar Move On (1)

Pagi tadi sekitar jam 10, takdir Allah kembali lagi memberi pelajaran pada diri ini. Semenjak kepulangan dari Bandung pada bulan ini, diri ini semakin nekat untuk mencari sumber rejeki. Dan salah satunya kehadiran diri ini pada salah satu rapat penelitian rutin anak-anak Fisika MIPA UGM, entah dia berstatus skripsi, thesis hingga disertasi. Pemimpin forum ini yaitu Pak Kamsul, salah satu dosen kece yang ada di UGM. Beruntung sekali bisa bertatap muka hingga berkerja sama dengan beliau. Selama ini hanya tau dari omongan mahasiswa MIPA kenalan saya saja. Alhamdulillah.

Ohya, saya berada di fakultas ini bukan berarti sedang melanjutkan S2 di sini yap, hehe. Walaupun ada terbesit ingin S2 di sini, ya masih terbesit, belum diseriuskan benar-benar. Kembali ke topik, saya berada di sini sesuai dengan penjelasan di awal, mencari sumber rejeki lainnya. Biasa, PNS, Pencari Nafkah Serabutan, hehe. Tawaran yang ditawarkan salah satu kakak tingkat saat itu adalah menjadi Web Maintance, kerjaan di luar dari apa yang diajarkan di kelas selama ngampus, lagi dan lagi hehe. Awal, saya kira pekerjaan ini akan mudah, mudah untuk merangkap dengan pekerjaan yang lain. Ternyata, web yang saya urus adalah web IPHO, kegiatan Internasional, dan saya sendirian -.-”

Sudah pada kenal kan ya sama IPHO? International Physics Olympiade? Olimpiadenya Fisika anak-anak SMA hingga SMP se-internasional. So, full english, padahal diri ini sedang belajar kembali menata bahasa inggris yang berantakan karena jarang dipakai -.-, benar-benar nekat dah untuk PNS satu ini. Kalau ditanya kenapa masih nekat, padahal tadi masih ditanyakan kesediaanya oleh Pak Kamsul, setelah dipikir-pikir, alasan satu-satunya yaitu ingin berada di Jogja lebih lama. Karena masa kerja yang memberikan alasan berada di kota ini akan habis di bulan depan. Hahaha, semoga nekat ini bisa segera saya kendalikan dan bertanggung jawab atas nekat itu sendiri. Masa IPHO ini ternyata cukup menguras waktu dan tenaga, karena diminta bekerja dari senin bertemu senin dan di jam kerja, ya pagi hingga sore. Hufh, kuatlah badan dan niat ini!

kok jadi curhat ya -.-

Padahal tujuan awal nulis ini ingin mengutip kata-kata Pak Kamsul, yang saya terjemahkan dalam makna move on. Ini nih kalimatnya:

Harga menginap semalam di hotel bintang 5 itu sekitar 1 juta lebih, menurut teman-teman itu mahal tidak? Kalau menurut saya tidak mahal, selama kalian mengejar bagaimana mencari uang sebanyak itu atau lebih, bukan berpikir betapa mahalnya 1 juta lebih.

kira-kira begitu yang beliau sampaikan, saat bercerita akomodasi ke bali saat IPHO diadakan tahun depan.

Kalau yang saya dapatkan dari kalimat itu, bahwa jangan terpatok pada target yang dituju, namun tuangkan lebih usaha dan waktumu kepada cara meraihnya. Seperti lulus, cari lah bagaimana move on untuk tidak malas dan memilih bergerak mengerjakannya, dan seperti nafkah, ingin mampu dan mapan, jangan memikirkan duitnya tetpai carilah pekerjaanya. Karena ketika ada pekerjaan, maka duit itu akan datang.

Hahaha.. perjalanan di jogja dimulai kembali. Saya memilih maju, tidak lagi untuk mundur.

Semoga berkah!

Rektorat, dalam agenda pertanggungjawaban pekerjaan
penelitian selama satu tahun kemarin

Doa

Ia akan serasi dan sepasang jika usaha yang membersamai doa juga ada. Doa juga tak ingin berjalan sendirian.

Tulus – Ruang Sendiri

Beri aku kesempatan untuk bisa merindukanmu
Jangan datang terus
Beri juga aku ruang bebas dan sendiri
Jangan ada terus
Aku butuh tahu seberapa kubutuh kamu

Percayalah rindu itu baik untuk kita
Pagi melihatmu menjelang siang kau tahu
Aku ada di mana sore nanti
Tak pernah sekali pun ada malam yang dingin
Hingga aku lupa rasanya sepi

Tak lagi sepi bisa kuhargai
Baik buruk perubahanku tak akan kau sadari
Kita berevolusi
Bila kita ingin tahu seberapa besar rasa yang kita punya
Kita butuh ruang

Kita tetap butuh ruang sendiri-sendiri
Untuk tetap menghargai rasanya sepi


Jangan pernah takut untuk mundur selangkah agar dapat dua langkah selanjutnya. Masalah itu tak selalu harus kita hadapi dengan terang-terangan, terkadang cukup diam hingga kabur maka kita tau solusi terbaiknya. Banyak belajar dengan dia, yang memilih diam ketika marah, memilih hilang ketika ada masalah, dan memilih percaya atas bantuan-Nya. Always can study anything, thanks!

Pages:123