siejak

Berkarya Untuk Sang Maha Karya

Talkshow: Mars & Venus #1

Wanita Membutuhkan Perhatian, Pria Membutuhkan Kepercayaan

Saat pria memperlihatkan minat terhadap perasaan-perasaan wanita dan menunjukkan kepedulian mendalam akan kesejahteraan wanita itu, si wanita merasa dicintai dan diperhatikan. Dengan membuat si wanita merasa istimewa dengan cara yang penuh cinta, pria itu berhasil memuaskan kebutuhan primernya yang pertama. Tentu saja si wanita makin memercayainya. Rasa percaya ini membuatnya lebih terbuka dan lebih mudah menerima.

Bila wanita memenunjukkan sikap terbuka dan mudah menerima terhadap pria, pria itu merasa dipercaya. Memercayai pria berarti meyakini bahwa ia melakukan yang terbaik dan bahwa pria tersebut mengingkan yang terbaik bagi pasangannya. Bila reaksi-reaksi si wanita mengungkapkan kepercayaan positif terhadap kemampuan dan niat pria, kebutuhan cinta utama pria itu pun terpuaskan. Otomatis pria itu jadi lebih penuh cinta dan perhatian terhadap perasaan-perasaan dan kebutuhan si wanita.

– salah satu sub tulisan di dalam buku Men are from Mars, Women are from Venus, by John Gray, PH.D


My opinion:

Dari beberapa sub tulisan di dalam buku ini, tulisan di atas salah satu yang sangat saya ‘iya-kan’ dengan mudah. Hal ini dikarenakan, pada dasarnya seorang pria akan berguna ketika ia dibutuhkan atau bahasa di atas adalah dipercaya. Jadi, ketika sudah tidak dibutuhkan, ia akan kembali ke guanya dan menjadi sosok teregois di dunia, karena ketika ia berani memutuskan untuk keluar dari guanya (re: memilih memberikan cinta) maka ia belajar artinya tidak egois. Dan bayangkan jika sosok wanita ini diubah menjadi lebih luas.

Menjadi keluarga, anak perempuannya, orangtua, lingkungan sekitar, dunia, hingga berorientasi akhirat. Maka sifat dasar pria, ” dibutuhkan/dipercaya maka bermanfaat ” akan menjadi senjata terkuat untuk menjadi baik dalam dunia pria.

Maka, ketika ada seorang wanita, berkata ” aku ingin pulang… ke mas, atau iya, aku percaya ” kepada seorang pria. Saat itu pula bisa menjadikan pria ini, menjadi pria yang tau perjalanan masa depannya. Ia tak butuh kasih sayang, perhatian (bukan berarti tidak diberi yaa -.-), tetapi dengan kepercayaan itu sangat lebih cukup. Dan kembali lagi, akan lebih kece jika kata wanita ini digantikan objek yang lebih luas.

Karena tugas pria akan hanya akan dimulai ketika ia dipercaya. Seperti halnya Allah mempercayakan 4 kalangan wanita sebagai tanggungjawabnya di akhirat kelak.

Sedang ingin mengeksplore buku ini lebih luas, dan memberi tau rahasia pria dan wanita dalam buku ini. Kalau kata kawan, buku recomended ketika ingin menikah. Buku yang isinya memang soal cinta dan membangun cinta pria dengan wanita.

Percaya. Mangatse!