siejak

Berkarya Untuk Sang Maha Karya

Hitungan Detik

Siapa yang tak bingung ketika disodorkan sebuah pilihan, jika bisa memilih maka akan minta dipilihkan. Namun sayangnya, mau tidak mau kita akan bertemu dengan momen ini.

Dalam hitungan detik, sebuah ketidakpastian meminta sebuah jawaban. Entah itu akan berbuah kepastian atau malah ketidakpastian selanjutnya. Dunia akan selalu begitu, tak pernah ada kata selesai berharap, berpikir dan meminta jika hidup di dunia ini belum diselesaikan.

Namun, skill make the decision harus mau tidak mau dimiliki. Seperti halnya beberapa kumpulan detik ke depan. Mencoba mengikuti tes lamaran kerja, yang di mana aku pun tidak tau akankah di sana nyaman, betah hingga bisa pulang ke tempat yang sesungguhnya ingin dituju. Logika ini harus berjalan, dengan bantuan menahan kebaperan.

Toh, ketika sudah menaruh semuanya ke Allah, Yang Mengetahui Terbaik buat setiap manusia termasuk diri ini. Maka jalan itu akan selalu ada, jalan mencari keberkahannya. Entah harus membangun jarak untuk adanya hiasan jembatan nantinya, ataupun harus berdiam untuk menyiapkan sebuah tiket masa depan.

Berangkatlah walaupun itu berat, bukankah itu prinsip berjihad ja?

Aku hanya memohon satu hal dari sebuah sodoran memilih terhadap pilihan. Aku memohon untuk bisa menepati janji. Aku sudah berjanji untuk bertahan.

sedang menata hati dan doa.
percaya Allah akan menjaga.
dalam setiap hitungan detik.

Related Post

Post a comment