siejak

Berkarya Untuk Sang Maha Karya

Mempersiapkan Berkurangnya Hari

Detik demi detik, hari berlalu silih berganti merupakan bukti waktu tak pernah berkompromi dengan keinginan-keinginan manusia. Manusia tak akan pernah bisa mempercepat ataupun memperlambat laju si waktu, ia konstan dalam berdetak.

Dan tentunya, waktu akan membawa setiap jengkal langkah setiap manusia menuju pintu penjemputannya, yaitu kematian. Entah ia muda/tua, laki-laki/perempuan, boss/bawahan, kaya/miskin hingga orangtua/seorang anak, jika waktu yang merupakan tangan kanan dari-Nya berkata ‘berhenti’, maka saat itu pula kita akan memasuki ruang tunggu perhitungan amal.

Allah pun sudah menyampaikan bahwa kematian dan kehidupanmu adalah hanya untuk-Nya dan diatur oleh-Nya. Sehingga, bisa saja dengan siapnya kita menghadapi pertemuan dengan kematian, itu adalah salah satu amal yang terakhir kita dapatkan di bumi ini. Sebuah bukti keyakinan iman akan sebuah takdir dari-Nya, mungkin.

Namun hidup tak sesingkat lahir kemudian bertemu kematian, sehingga perhitungan dosa tidak ada namun pahala untuk menyenangkan orang lain sudah ia kantongi. Jika seorang manusia diberi rejeki merasakan nikmatnya dunia maka saat itu pula buku tabungan amal mulai dibuka untuk dicatat dan dilaporkan saat masa perhitungan. Oleh sebab itu, Allah menawarkan sebuah pilihan-pilihan amal untuk menyelamatkan kita. Perlu dicatat, yang dicari bukan kuantitas amal yang dilakukan namun kualitas saat dikerjakan.

Amal seberat satu biji jarah pun akan menjadi penolong dari api neraka.

Berikut ilmu yang sempat saya dapatkan mengenai jenis-jenis amal, jika ada yang ingin mengoreksinya diperbolehkan dan terima kasih.

1. Amal yang diperlukan biaya yang berat, usaha yang berat pula namun pahalanya juga ‘berat’, yaitu amalan naik haji.

Siapa yang tidak ingin beribadah langsung di mana kabah (arah shalat) kita berada, masjid-masijd yang Allah janjikan termakbulkan doa-doa di sana, rumah dari kekasih Allah dan juga teladan semua umat, hingga tempat Allah tampakkan segalanya, karena bisa saja hukuman dosa/kebaikan pahala kita Allah balaskan langsung di sini. Tempat di mana hanya Allah yang dapat mengundangnya walaupun memiliki harta yang menggunung di simpanan. Rindu, ingin sekali Alllah ridhokan bisa merasakan nikmat dan salah satu rukun ini. LabaikAllah Humma Labaik, LabaikAllah Lasyari Kalakala Labaik.

Perjuangan haji tak hanya bermodal materi yang melimpah, namun juga kesabaran saat dipanggil Allah, fisik yang kuat saat menjalani ibadah haji dan tertahannya ego untuk berbelanja. Karena ini ibadah, bukan study tour.

2. Amal yang diperlukan hanya usaha yang berat tanpa biaya yang berat namun pahalanya juga ‘berat’, yaitu amalan jihad fii sabilillah.

Berjuang di jalan Allah pada poin ini adalah berperang dalam arti sebenarnya. Ikut dalam barisan umat islam untuk melawan kekafiran atau mempertahankan wilayah muslim yang telah terjadi, dengan hujan peluru ataupun bom, hanya pilihan meninggal syahid atau menang dalam peperangan. Amal ini sungguhlah berat dalam pengerjaannya, karena harus diawali dengan niat yang selalu lurus dan tidak lagi takut akan bertemu dengan kematian.

Harta bukanlah faktor segalanya di sini, kepintaran dalam berstrategi, bergerak dalam melawan hingga mental yang sangat kuat adalah pilihan-pilihan faktor yang harus dipenuhi. Namun sesuai dengan yang disampaikan Rasulullah, matinya para syuhada adalah pintu menuju surga -dengan catatan niat yang ikhlas dan diridhoin Allah SWT.

Dan, masa ini akan juga tiba saatnya kelak. Ketika hari kiamat sudah sangat dekat, dan janji Allah untuk memenangkan umat Islam akan segera dipenuhi. Persiapkanlah dengan persiapan sebaik-baiknya.

3. Amal yang hanya memerlukan biaya yang berat tanpa usaha yang berat namun pahalanya juga ‘berat’, yaitu amalan sedekah, infaq, waqaf, dan zakat.

Tak semua orang dapat merasakan sensasi naik pesawat dari satu bandara ke bandara lain. Tak semua orang juga dapat merasakan sensasinya bekerja memutari satu kota ke kota lainnya dengan berjalan kaki. Sesungguhnya rejeki itu sudah diatur oleh-Nya, namun dapat dirubah jika setiap manusia saling berkolaborasi.

Yang belum mendapatkan rejeki banyak, jangan pernah menyerah untuk mencari rejeki. Digiatkan lagi usahanya, diluruskan kembali niatnya dan bersabarlah karena bisa saja dengan susah payah ini, maka akan mendapatkan kamar di surga dan menjadi bukti amanah saat diberi rejeki oleh kawan yang mendapatkan rejeki banyak.

Yang sudah mendapatkan rejeki banyak, janganlah banyak berhutang, atur kembali hawa nafsu akan keinginan-keinginan menghabiskan uang dengan yang tidak penting. Sisihkan rejeki yang telah dititipkan ini pada kawan-kawan yang belum mendapatkan rejeki banyak. Siapa tau ketika di akhirat kelak, ia akan menjadi saksimu ketika amal diperhitungkan.

karena dengan sedekahlah kita akan dipayungi saat hari kiamat kelak.

Bersedkahlah dengan sedekah terbaik yang kita miliki, siklus ini akan menjadi stabil -tidak ada yang sengsara, jika saling berkolaborasi dalam memutar roda rejeki dari-Nya.

4. Dan yang terakhir, amal yang memerlukan biaya sedikit dan usaha yang sedikit pula, yaitu amalan shalat berjamaah, dzikir, tadarus, salam, doa dll

dd

Related Post

Post a comment