siejak

Berkarya Untuk Sang Maha Karya

Doa untukmu

Dirimu kuat, sekuat doa-doa yang menyangaimu untuk dapat melalui seluruh agenda yang diberikan olehNya. Kamu hanya butuh bergerak satu langkah demi langkah. Kamu kuat, Allah selalu berada padamu.

Kabarin..

Kabarin..

Kabarin..

Belajar Move On (1)

Pagi tadi sekitar jam 10, takdir Allah kembali lagi memberi pelajaran pada diri ini. Semenjak kepulangan dari Bandung pada bulan ini, diri ini semakin nekat untuk mencari sumber rejeki. Dan salah satunya kehadiran diri ini pada salah satu rapat penelitian rutin anak-anak Fisika MIPA UGM, entah dia berstatus skripsi, thesis hingga disertasi. Pemimpin forum ini yaitu Pak Kamsul, salah satu dosen kece yang ada di UGM. Beruntung sekali bisa bertatap muka hingga berkerja sama dengan beliau. Selama ini hanya tau dari omongan mahasiswa MIPA kenalan saya saja. Alhamdulillah.

Ohya, saya berada di fakultas ini bukan berarti sedang melanjutkan S2 di sini yap, hehe. Walaupun ada terbesit ingin S2 di sini, ya masih terbesit, belum diseriuskan benar-benar. Kembali ke topik, saya berada di sini sesuai dengan penjelasan di awal, mencari sumber rejeki lainnya. Biasa, PNS, Pencari Nafkah Serabutan, hehe. Tawaran yang ditawarkan salah satu kakak tingkat saat itu adalah menjadi Web Maintance, kerjaan di luar dari apa yang diajarkan di kelas selama ngampus, lagi dan lagi hehe. Awal, saya kira pekerjaan ini akan mudah, mudah untuk merangkap dengan pekerjaan yang lain. Ternyata, web yang saya urus adalah web IPHO, kegiatan Internasional, dan saya sendirian -.-”

Sudah pada kenal kan ya sama IPHO? International Physics Olympiade? Olimpiadenya Fisika anak-anak SMA hingga SMP se-internasional. So, full english, padahal diri ini sedang belajar kembali menata bahasa inggris yang berantakan karena jarang dipakai -.-, benar-benar nekat dah untuk PNS satu ini. Kalau ditanya kenapa masih nekat, padahal tadi masih ditanyakan kesediaanya oleh Pak Kamsul, setelah dipikir-pikir, alasan satu-satunya yaitu ingin berada di Jogja lebih lama. Karena masa kerja yang memberikan alasan berada di kota ini akan habis di bulan depan. Hahaha, semoga nekat ini bisa segera saya kendalikan dan bertanggung jawab atas nekat itu sendiri. Masa IPHO ini ternyata cukup menguras waktu dan tenaga, karena diminta bekerja dari senin bertemu senin dan di jam kerja, ya pagi hingga sore. Hufh, kuatlah badan dan niat ini!

kok jadi curhat ya -.-

Padahal tujuan awal nulis ini ingin mengutip kata-kata Pak Kamsul, yang saya terjemahkan dalam makna move on. Ini nih kalimatnya:

Harga menginap semalam di hotel bintang 5 itu sekitar 1 juta lebih, menurut teman-teman itu mahal tidak? Kalau menurut saya tidak mahal, selama kalian mengejar bagaimana mencari uang sebanyak itu atau lebih, bukan berpikir betapa mahalnya 1 juta lebih.

kira-kira begitu yang beliau sampaikan, saat bercerita akomodasi ke bali saat IPHO diadakan tahun depan.

Kalau yang saya dapatkan dari kalimat itu, bahwa jangan terpatok pada target yang dituju, namun tuangkan lebih usaha dan waktumu kepada cara meraihnya. Seperti lulus, cari lah bagaimana move on untuk tidak malas dan memilih bergerak mengerjakannya, dan seperti nafkah, ingin mampu dan mapan, jangan memikirkan duitnya tetpai carilah pekerjaanya. Karena ketika ada pekerjaan, maka duit itu akan datang.

Hahaha.. perjalanan di jogja dimulai kembali. Saya memilih maju, tidak lagi untuk mundur.

Semoga berkah!

Rektorat, dalam agenda pertanggungjawaban pekerjaan
penelitian selama satu tahun kemarin

Doa

Ia akan serasi dan sepasang jika usaha yang membersamai doa juga ada. Doa juga tak ingin berjalan sendirian.

Tulus – Ruang Sendiri

Beri aku kesempatan untuk bisa merindukanmu
Jangan datang terus
Beri juga aku ruang bebas dan sendiri
Jangan ada terus
Aku butuh tahu seberapa kubutuh kamu

Percayalah rindu itu baik untuk kita
Pagi melihatmu menjelang siang kau tahu
Aku ada di mana sore nanti
Tak pernah sekali pun ada malam yang dingin
Hingga aku lupa rasanya sepi

Tak lagi sepi bisa kuhargai
Baik buruk perubahanku tak akan kau sadari
Kita berevolusi
Bila kita ingin tahu seberapa besar rasa yang kita punya
Kita butuh ruang

Kita tetap butuh ruang sendiri-sendiri
Untuk tetap menghargai rasanya sepi


Jangan pernah takut untuk mundur selangkah agar dapat dua langkah selanjutnya. Masalah itu tak selalu harus kita hadapi dengan terang-terangan, terkadang cukup diam hingga kabur maka kita tau solusi terbaiknya. Banyak belajar dengan dia, yang memilih diam ketika marah, memilih hilang ketika ada masalah, dan memilih percaya atas bantuan-Nya. Always can study anything, thanks!

Intuisi – Yura Yunita

Intuisi

Kuhampiri engkau meski kau jauh
Sendiri ku tempuh
Hanya tuk bertemu denganmu
Kuhampiri engkau meski kau jauh
Namun hatimu tlah runtuh
Dan buatku terjatuh

Kau tak pernah tahu
Betapa hati yakin untukmu
Kau tak pernah tahu
Betapa aku merindukanmu

Intuisiku slalu mengarah kepadamu
Intuisiku slalu mengarah kepadamu
Tapi tak jua tapi tak jua
Tapi tak jua kau hiraukan aku

Mungkin ku tak bisa buatmu luluh
Namun kau harus tahu bahwa diriku sungguh-sungguh

Kau tak pernah tahu
Betapa hati yakin untukmu
Kau tak pernah tahu
Betapa aku merindukanmu

Intuisiku slalu mengarah kepadamu
Intuisiku slalu mengarah kepadamu
Tapi tak jua tapi tak jua
Tapi tak jua kau hiraukan aku
Tapi tak jua kau hiraukan aku

Intuisiku slalu mengarah kepadamu
Tapi tak jua tapi tak jua
Tapi tak jua kau hiraukan aku
Tapi tak jua kau hiraukan aku

Setiap

Setiap manusia akan memiliki cara pandang yang berbeda akan suatu hal. Sering sekali suatu masalah kecil menurut seseorang akan terlihat suatu masalah yang besar hingga menuju rumit, dan suatu masalah yang besar menurut seseorang akan terlihat menjadi suatu masalah kecil hingga tak perlu dipikirkan.

Begitulah manusia yang berteman dengan suatu keadaan.

Ia diuji dengan takaran masing-masing.

Begitu pula sebuah keluarga yang akan dibangun, ia pasti punya masalah dan ia juga pasti punya solusi.

Modalnya, iman dan takwa.

Berkata

” Semuanya akan tidak akan sia-sia. Sekarang mungkin kamu harus bersabar untuk menunggu jawaban. Namun yakin saja, berakhir dengan jawabanmu atau tidak, itu tidak akan pernah sia-sia. Toh, niatmu menyegerakan bukan terburu-buru. ” Fasbir Sabran Jamilla, tambahmu di malam tadi.

Ceritanya, habis reuni kecil-kecilan bareng presidenku semasa di kampus. Sosok yang banyak mengangguminya, dan aku tak pernah menyesal pernah berkerja bersama dengannya saat di kampus. Seperti sewajarnya, seumuran ini pembahasan akan merancang masa depan sudah menjadi topik tak terlupakan untuk dibahas. Sukses Ka, atas keberhasilan atas sabarmu itu. Semoga lancar dari lamaranmu hingga setelah hari bersejarahmu bersama dia.

menuju waktu rapat kerja, yang menjadi pilihan mengurangi waktu bermain seperti biasanya, maaf ya harus disibukkan ke sini.

2,5 Tahun Lagi – #RinduBapak

IMG_20160705_145202

Coming Soon: Salah satu ide tulisan selepas menonton Sabtu Bersama Bapak

Spoiler: Bisa membuatmu (anak yang sudah paham peran sebagai anak) menangis hanya di 5 meni awal film. Lalu selalu terhibur ketika scene Si Saka, dan sedikit kecewa ada perubahan bumbu konflik yang tak ada di novel. Idenya sudah ada, tetapi karena harus dalam baper mode on, dan itu membutuhkan waktu untuk mengkondisikan selain itu beberapa jam kedepan mau shalat ied, maka jadinya coming soon. Cara merimender diri sendiri, hehehe ~

Mohon maaf lahir batin untuk semuanya. Semua orang yang membaca. Semua dosa yang tertulis. Dan semua usaha taubat yang selalu diperjuangkan. Sampai ketemu lagi Ramadhan 1438 H, semoga dan wajib bertemu lagi. Aku ingin lebih baik.

Talkshow: Mars & Venus #1

Wanita Membutuhkan Perhatian, Pria Membutuhkan Kepercayaan

Saat pria memperlihatkan minat terhadap perasaan-perasaan wanita dan menunjukkan kepedulian mendalam akan kesejahteraan wanita itu, si wanita merasa dicintai dan diperhatikan. Dengan membuat si wanita merasa istimewa dengan cara yang penuh cinta, pria itu berhasil memuaskan kebutuhan primernya yang pertama. Tentu saja si wanita makin memercayainya. Rasa percaya ini membuatnya lebih terbuka dan lebih mudah menerima.

Bila wanita memenunjukkan sikap terbuka dan mudah menerima terhadap pria, pria itu merasa dipercaya. Memercayai pria berarti meyakini bahwa ia melakukan yang terbaik dan bahwa pria tersebut mengingkan yang terbaik bagi pasangannya. Bila reaksi-reaksi si wanita mengungkapkan kepercayaan positif terhadap kemampuan dan niat pria, kebutuhan cinta utama pria itu pun terpuaskan. Otomatis pria itu jadi lebih penuh cinta dan perhatian terhadap perasaan-perasaan dan kebutuhan si wanita.

– salah satu sub tulisan di dalam buku Men are from Mars, Women are from Venus, by John Gray, PH.D


My opinion:

Dari beberapa sub tulisan di dalam buku ini, tulisan di atas salah satu yang sangat saya ‘iya-kan’ dengan mudah. Hal ini dikarenakan, pada dasarnya seorang pria akan berguna ketika ia dibutuhkan atau bahasa di atas adalah dipercaya. Jadi, ketika sudah tidak dibutuhkan, ia akan kembali ke guanya dan menjadi sosok teregois di dunia, karena ketika ia berani memutuskan untuk keluar dari guanya (re: memilih memberikan cinta) maka ia belajar artinya tidak egois. Dan bayangkan jika sosok wanita ini diubah menjadi lebih luas.

Menjadi keluarga, anak perempuannya, orangtua, lingkungan sekitar, dunia, hingga berorientasi akhirat. Maka sifat dasar pria, ” dibutuhkan/dipercaya maka bermanfaat ” akan menjadi senjata terkuat untuk menjadi baik dalam dunia pria.

Maka, ketika ada seorang wanita, berkata ” aku ingin pulang… ke mas, atau iya, aku percaya ” kepada seorang pria. Saat itu pula bisa menjadikan pria ini, menjadi pria yang tau perjalanan masa depannya. Ia tak butuh kasih sayang, perhatian (bukan berarti tidak diberi yaa -.-), tetapi dengan kepercayaan itu sangat lebih cukup. Dan kembali lagi, akan lebih kece jika kata wanita ini digantikan objek yang lebih luas.

Karena tugas pria akan hanya akan dimulai ketika ia dipercaya. Seperti halnya Allah mempercayakan 4 kalangan wanita sebagai tanggungjawabnya di akhirat kelak.

Sedang ingin mengeksplore buku ini lebih luas, dan memberi tau rahasia pria dan wanita dalam buku ini. Kalau kata kawan, buku recomended ketika ingin menikah. Buku yang isinya memang soal cinta dan membangun cinta pria dengan wanita.

Percaya. Mangatse Mas!

Hitungan Detik

Siapa yang tak bingung ketika disodorkan sebuah pilihan, jika bisa memilih maka akan minta dipilihkan. Namun sayangnya, mau tidak mau kita akan bertemu dengan momen ini.

Dalam hitungan detik, sebuah ketidakpastian meminta sebuah jawaban. Entah itu akan berbuah kepastian atau malah ketidakpastian selanjutnya. Dunia akan selalu begitu, tak pernah ada kata selesai berharap, berpikir dan meminta jika hidup di dunia ini belum diselesaikan.

Namun, skill make the decision harus mau tidak mau dimiliki. Seperti halnya beberapa kumpulan detik ke depan. Mencoba mengikuti tes lamaran kerja, yang di mana aku pun tidak tau akankah di sana nyaman, betah hingga bisa pulang ke tempat yang sesungguhnya ingin dituju. Logika ini harus berjalan, dengan bantuan menahan kebaperan.

Toh, ketika sudah menaruh semuanya ke Allah, Yang Mengetahui Terbaik buat setiap manusia termasuk diri ini. Maka jalan itu akan selalu ada, jalan mencari keberkahannya. Entah harus membangun jarak untuk adanya hiasan jembatan nantinya, ataupun harus berdiam untuk menyiapkan sebuah tiket masa depan.

Berangkatlah walaupun itu berat, bukankah itu prinsip berjihad ja?

Aku hanya memohon satu hal dari sebuah sodoran memilih terhadap pilihan. Aku memohon untuk bisa menepati janji. Aku sudah berjanji untuk bertahan.

sedang menata hati dan doa.
percaya Allah akan menjaga.
dalam setiap hitungan detik.

Pages:123